Opini | Oleh : Alfatih
Alex Noerdin, Faktor Kunci di Pilkada Sumsel
Minggu 26-08-2012 10:52:59 WIB

 

Tidak sampai satu tahun lagi, Sumatera Selatan akan menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur secara langsung. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumsel ini merupakan bukanlah satu-satunya pemilihangubernur dan wakil gubernur yang akan dilaksanakan di Indonesia. Di pulau Sumatera saja, masih ada daerah lainnya yang menyelenggarakan Pilkada langsung seperti Riau, Lampung dan Sumatera Utara. 
 
Pilkada Sumsel kali ini merupakan pemilihan secara langsung yang kedua setelah tahun 2008 silam. Tentunya aroma pertarungan antar kandidat sudah terasa disetiap sudut desa dan kelurahan di Sumsel yang ditandai dengan makin banyaknya media sosialisasi seperti baliho, spanduk dan poster bahkan iklan di surat kabar lokal.
 
Terkait dengan Pilkada tersebut, tidak seru rasanya jika tidak membahas nama Alex Noerdin, gubernur saat ini dalam peta politik Sumsel. Alex Noerdin bisa dikatakan sebagai faktor kunci dalam Pilkada Sumsel. Maju atau tidaknya Alex Noerdin sangat menentukan peluang kandidat lainnya untuk menang. Selain baru satu periode, nama Alex Noerdinsudah terlanjur populer dimata masyarakat, tidak hanya di Sumsel tetapi juga di seluruh Indonesia. Alex Noerdin memiliki talenta politik yang patut jadi perhitungan dalam Pilkada Sumsel. Disisi prestasi,  Alex Noerdin yang mulai memulai karirnya dari PNS biasa memiliki segudang terobosan, salah satunya berhasil mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis sesuai dengan janji kampanyenya. Selain itu juga, Alex Noerdin membuat Sumsel berjaya dibidang olahraga sebagai penyelenggara SEA Games tahun 2011 dan memiliki fasilitas olahraga terkemuka yaitu Jakabaring Sport Center.
 
Kepiawaian politik Alex Noerdin terbukti tahun 2008 ketika bersama pasangannya, Eddy Yusuf mampu menumbangkan pasangan Incumbent Syahrial Oesman dan Helmi Yahya. Orang tidak menyangkka bahwa Alex-Eddy yang masing-masing masih menjabat bupati saat itu berhasil menjadi pemenang. Sehingga dibeberapa kesempatkan Alex Noerdin seringkali mengungkapkan bahwa ia memiliki spesialisasi mengalahkan incumbent. Namun sayang, kepiawaian politiknya itu tidak mampu menaklukan kerasnya persaingan politik Jakarta. Alex hanya mampu meraih posisi nomor lima dari enam pasangan calon.
 
Ketika maju jadi Gubernur DKI Jakarta, H. Alex Noerdin diramalkan tidak akan maju kembali menjadi Gubernur Sumsel untuk kedua kalinya. Namun begitu, isu-isu tersebut termentahkan dengan pernyataan Alex Noerdin pada safari ramadhan di OKU Selatan bahwa dirinya akan tetap maju karena banyak mendapatkan dukungan masyarakat.
Alex Noerdin memang sosok yang fenomenal. Ia berani bersaing di Jakarta dengan kandidat lainnya yang juga tokoh nasional dan daerah. Tidak ada gubernur selain Alex Noerdin yang memiliki nyali memimpin DKI Jakarta. Namun Alex Noerdin merubah prasangka tersebut.Ia berani maju, walaupun kalah tetapi Alex Noerdin yang juga mantan Bupati Musi Banyasin akan dikenang sebagai petarung sejati.
 
Menghadapi Pilkada Sumsel tahun 2013 nanti, Alex Noerdin memang dihadapkan pada pilihan sulit. Maju kembali atau tidak sama sekali. Jika maju tentu akan menanggung konsekuensi yang tidak sederhana. Apakah dukungan kepada dirinya masih kuat atau tidak karena masih ada nada-nada negatif yang muncul terkait kepemimpinannnya.Kemudian juga adanya indikasi korupsi dalam pembanguna fasilitas SEA Games 2011 yang menimpa dirinya.
 
Diinternal Partai Golkar, Alex Noerdin tidak akan kesulitan maju memakai partai berlambang pohon beringin tersebut. Diyakini,sebagai ketua Partai Golkar Sumsel, langkah Alex Noerdin maju kembali tidak akan mendapatkan kesulitan berarti. Untuk Pilkada DKI Jakarta saja, Alex bahkan mendapatkan kepercayaan dari elit partai Golkar di Jakarta. Apalagi di Sumsel, tentunya Alex akan mudah mendapatkan restu. 
Namun begitu masih ada kader Partai Golkar yang juga berminat menjadi Sumsel 1.Sebutlah nama H. Ridwan Mukti, Bupati Musi Rawas dua periode dan Tantowi Yahya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Keduanya putra terbaik Sumsel dan memiliki rekam jejak yang bagus dimata masyarakat.
 
Ridwan Mukti misalnya, bukan orang baru di Partai Golkar. Ia pernah menjadi anggota DPR RI selama dua periode. Saat ini juga menjabat sebagai wakil bendahara DPP Partai Golkar. Kiprahnya di Musi Rawas sangat mengejutkan, banyak terobosan-terobosan yang membuatnya diperhitungkan untuk maju sebagai salah satu calon gubernur Sumsel.
 
Demkian juga halnya dengan Tantowi Yahya, mantan pembawa acara stasiun TV di Jakarta ini pernah gadang-gadang menjadi calon gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Popularitasnya yang tingggi saat itu membuat namanya mulai diperhitungkan ditingkat elit Jakarta. Namun sayang,Partai Golkar tidak memilihnya sebagai calon, padahal Tantowi merupakan peraih jumlah suara terbanyak dalam Pemilihan Legislatif tahun 2009 dan termasuk politisi yang vokal di senayan.
 
Selain dari internal Partai Golkar, Alex Noerdin akan mendapatkan perlawanan sengit dari beberapa kepala daerah yang masih menjabat di Sumsel. Sebutlah Ishak Mekki (Bupati Ogan Komering Ilir/Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel), Eddy Santana (Walikota Palembang/Ketua PDI P Sumsel), Herman Deru (Bupati OKU Timur) dan Eddy Yusuf (Wakil Gubernur Sumsel).
 
Jika saja salah ada yang mau mengalah dan mau berpasanganmenjadi gubernur dan wakil gubernur maka dapat dipastikan pasangan tersebutakan sulit terkalahkan. Inilah sebetulnya yang patut diwaspadai oleh Alex Noerdin saat ini. Tetapi jika Alex Noerdin mau berpasangan dengan kepala daerah yang sedang mencalonkan saat ini maka peluang Alex Noerdin sangat besar untuk memimpin Sumsel lima tahun yang akan datang.
 

SHARE ARTIKEL :  FACEBOOK  |  TWITTER

Berita Lainnya